Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Banjarmasin
banjarmasintourism.com | Mesjid Jami Sungai Jingah
348682
portfolio_page-template-default,single,single-portfolio_page,postid-348682,eltd-cpt-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,moose-ver-2.0, vertical_menu_with_scroll,smooth_scroll,side_menu_slide_with_content,width_370,blog_installed,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.7,vc_responsive

Mesjid Jami Sungai Jingah

Deskripsi / Gambaran

Mesjid Jami Banjarmasin terletak di Jalan Mesjid Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Menurut sejarah yang tertulis dalam sebuah prasasti autentik yang berbunyi “Tarikh didirikan Mesjid asal adalah hari Sabtu, 17 Syawal tahun 1195H. sultan Tamdjillah dan dicabut 11 Rajab tahun 1353 umurnya 157 tahun 8 bulan 245 hari. Tarikh didirikan Mesjid baru hari Ahad 16 Zulhijjah 1352. Mufti H. Ahmad Kusasi” demikian bunyi catatan prasasti yang berbentuk plakat kuningan berlapis kaca. Dengan demikian Mesjid Jami yang lama diperkirakan didirikan pada tahun 1195H (1177M). lokasi awal Mesjid ini adalah di tepi sungai Martapura, namun pada tahun 1352H (1934M) Mesjid dipindahkan di lokasi sekarang ini.

Secara fisik Mesjid Jami masih kokoh dengan tiang penyangga utama (tiang soko guru) sebanyak 17 buah. Atap Mesjid terbuat dari sirap (atap dari kayu ulin) yang berlapis tiga. Luas Mesjid bagian dalam berukuran 40x40m2 ditambah dengan mihrab dan plaza di seputar Mesjid dan 3 pendopo sebagai pintu utama dan 38 pintu masuk. Mesjid Jami didirikan di atas tanah dengan luas ± 2 hektar. Sebagai salah satu Mesjid tertua di Banjarmasin, Mesjid Jami Sungai Jingah menjadi pusat kegiatan islam di Banjarmasin. Bangunan Mesjid ini memiliki arsitektur campuran sehingga menyerupai Mesjid yang terdapat di Pulau Jawa.

Project Details
Category

Religi, Sejarah & Budaya, Susur Sungai

Tags
Kampung Kuin, Kuin, Mesjid, Religi, Sejarah, susur sungai
Previous
Next